Wawan Arif Terpilih Kembali sebagai Ketua IKAPI DIY Periode 2026–2031

Terkini 23 Apr 2026 15:15 3 min read 199 views By JIM + AI

Share berita ini

Wawan Arif Terpilih Kembali sebagai Ketua IKAPI DIY Periode 2026–2031
Wawan Arif Terpilih Kembali sebagai Ketua IKAPI DIY Periode 2026–2031

Wawan Arif Terpilih Kembali sebagai Ketua IKAPI DIY Periode 2026–2031

 Bantul, 23 April 2026 — Musyawarah Daerah (Musda) IKAPI DIY 2026 berlangsung lancar dan memenuhi kuorum di Sarang Building, Bantul, Yogyakarta. Forum tertinggi organisasi penerbit di tingkat daerah ini menghasilkan keputusan penting: Wawan Arif Rahmat kembali terpilih sebagai Ketua IKAPI DIY untuk periode 2026–2031 secara aklamasi.

Mengusung tema “Hamemayu Hayuning Kawruh: Peran Penerbit dalam Merawat Budaya dan Peradaban”, Musda kali ini menegaskan posisi strategis penerbit sebagai penjaga ekosistem pengetahuan di tengah perubahan zaman yang kian cepat.

Forum Strategis di Persimpangan Zaman

Musda diikuti oleh anggota IKAPI DIY dan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan ke depan. Agenda utama meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2026 serta pemilihan ketua baru.

Acara diawali dengan pembukaan yang mencakup doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan Ketua Panitia. Sesi pembukaan ditutup dengan pidato Ketua Dewan Pertimbangan, Joko Irawan Mumpuni, yang menekankan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin, melainkan “panggilan kepemimpinan” bagi seluruh insan perbukuan di Yogyakarta. 

 Dalam sambutannya, ia menyoroti tantangan besar industri perbukuan, mulai dari disrupsi digital, kehadiran kecerdasan buatan (AI), perubahan perilaku membaca, hingga tekanan pasar. Ia mengingatkan bahwa masa depan industri tidak ditentukan oleh teknologi semata, tetapi oleh keberanian para pelakunya dalam mengambil keputusan.

 “Kalau bukan sekarang, kapan? Kalau bukan yang berpengalaman, siapa?” tegasnya di hadapan peserta Musda.

Evaluasi Kinerja dan Inovasi Organisasi

Dalam laporan pertanggungjawaban, pengurus periode 2021–2026 yang dipimpin oleh Wawan Arif Rahmat memaparkan sejumlah kebijakan dan terobosan baru. Di antaranya adalah penerapan verifikasi lapangan bagi calon anggota baru guna menjaga kualitas keanggotaan, serta penanganan lebih serius terhadap pengurusan hak cipta (right buku) dan pemberantasan pembajakan.

 Langkah-langkah ini dinilai sebagai upaya konkret memperkuat tata kelola organisasi sekaligus melindungi ekosistem penerbitan dari praktik-praktik yang merugikan.

Pembahasan Dua Komisi

Untuk memperdalam pembahasan, Musda dibagi ke dalam dua komisi utama, yakni Komisi Evaluasi dan Komisi Rekomendasi. Kedua komisi ini berperan merumuskan catatan strategis dan arah kebijakan organisasi untuk lima tahun mendatang, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan transformasi industri kreatif.

Aklamasi untuk Kepemimpinan Berkelanjutan

Puncak Musda ditandai dengan pemilihan ketua baru. Dalam suasana penuh kesepakatan, peserta Musda secara aklamasi kembali memilih Wawan Arif Rahmat sebagai Ketua IKAPI DIY periode 2026–2031.

Keputusan ini mencerminkan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinan yang dinilai telah membawa stabilitas serta sejumlah pembaruan dalam organisasi selama periode sebelumnya.

Adapun susunan pengurus periode 2021–2026 yang telah menyelesaikan masa baktinya adalah: 

Ketua: Wawan Arif Rahmat (Relasi Inti Media) Sekretaris: Yusuf Efendi (Diandra Primamitra Media) Bendahara: Miftachul Huda (Samudra Biru)

Menatap Masa Depan Perbukuan 

Dengan terpilihnya kembali Wawan Arif Rahmat, IKAPI DIY diharapkan mampu melanjutkan transformasi organisasi dan memperkuat perannya sebagai motor penggerak industri perbukuan di Yogyakarta.

 Musda 2026 tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga titik tolak kebangkitan baru—sebuah komitmen bersama untuk memastikan bahwa penerbit tetap relevan, adaptif, dan berdaya saing di tengah perubahan zaman.

Seperti ditegaskan dalam forum, masa depan perbukuan bukan sekadar soal bertahan, melainkan tentang keberanian untuk memimpin perubahan. JIM+AI

Ruang Tengah Politik