Tapak Candi Ke-6 Semakin Semarak, Komunitas Gang Kelinci Ikut Meramaikan, Peserta Berpasangan Tertua Berusia 68 Tahun

Olahraga 20 Jun 2026 10:18 3 min read 182 views By JIM + AI

Share berita ini

Tapak Candi Ke-6 Semakin Semarak, Komunitas Gang Kelinci Ikut Meramaikan, Peserta Berpasangan Tertua Berusia 68 Tahun
Tapak Candi Ke-6 Semakin Semarak, Komunitas Gang Kelinci Ikut Meramaikan, Peserta BerpasanganTertua Berusia 68 Tahun

Tapak Candi Ke-6 Semakin Semarak, Komunitas Gang Kelinci Ikut Meramaikan, Peserta Berpasangan Tertua Berusia 68 Tahun.

 

Di saat sebagian orang memilih menghabiskan akhir pekan dengan tidur lebih lama, puluhan orang dari berbagai usia justru telah bersiap sejak fajar menyingsing. Mereka melangkah bersama, menyusuri jejak peradaban kuno, merawat kesehatan, dan menumbuhkan persaudaraan dalam suasana penuh sukacita. 

 

Berolahraga tidak selalu identik dengan kompetisi, target kalori, atau sekadar mengejar kebugaran. Bagi sebagian komunitas, berjalan kaki bersama menjadi cara sederhana untuk menemukan kembali makna kebersamaan, kesetaraan, dan kebahagiaan. Semangat inilah yang terus dihidupi oleh Komunitas Tapak Candi yang kini memasuki kegiatan ke-6.

 

Tapak Candi Ke-6: Menapaki Warisan Budaya, Merawat Persaudaraan

 

Yogyakarta, Sabtu (20/6/2026) – Sebanyak lebih dari 40 anggota Komunitas Tapak Candi mengikuti kegiatan rutin bulanan Tapak Candi Ke-6 yang telah berlangsung konsisten selama enam bulan terakhir. Kegiatan ini kembali menjadi ruang perjumpaan lintas generasi, dari kalangan remaja hingga peserta lanjut usia yang tetap menunjukkan semangat luar biasa.

 

Rombongan mulai berkumpul sejak pagi di Spot Riyadi. Tepat pukul 06.00 WIB, peserta diberangkatkan menuju kawasan belakang Kompleks Candi Boko, dilanjutkan ke Candi Miri, sebelum akhirnya kembali dan finis di titik awal.

 

Sebelum keberangkatan, seluruh peserta melakukan registrasi kehadiran, dilanjutkan peregangan dan pemanasan yang dipandu oleh Kak Hengky. Suasana akrab dan penuh canda tampak mewarnai persiapan pagi itu.

 

Yang menarik perhatian pada kegiatan kali ini adalah kehadiran peserta dari Komunitas Gang Kelinci yang tampil kompak mengenakan seragam hijau bertuliskan "Gang Kelinci". Kehadiran mereka menambah semarak perjalanan Tapak Candi Ke-6.

 

Semangat pantang menyerah juga ditunjukkan oleh pasangan peserta paling senior, Bapak Rakhmat dan Ibu Lena, yang telah berusia 68 tahun. Keduanya tampak tetap ceria, berenergi, dan menikmati setiap langkah perjalanan bersama peserta lainnya.

 

Pendiri sekaligus "Pak Lurah" komunitas, Bang Uthu, dalam sambutannya kembali menegaskan nilai-nilai yang menjadi ruh kegiatan ini.

"Tapak Candi bukan hanya soal berjalan kaki. Ini tentang kesetaraan, kebahagiaan, kebersamaan, dan kesehatan yang dibingkai dalam budaya lokal. Saya berharap semua peserta dapat menikmati setiap proses perjalanan ini," ungkapnya penuh semangat.

 

Sementara itu, salah satu aktivis komunitas, Pak Devy, menegaskan bahwa kegiatan Tapak Candi semakin terbuka bagi masyarakat luas.

 

"Kegiatan ini terbuka untuk siapa saja. Bahkan pada Tapak Candi Ke-6 ini jumlah peserta baru menjadi yang terbanyak. Pelaksanaannya semakin inklusif dan dapat diikuti oleh berbagai kalangan," jelasnya.

 

Demi menjaga keamanan dan kenyamanan, panitia membatasi jumlah peserta maksimal 40 orang. Selama perjalanan, rombongan dikawal oleh beberapa kapten serta motor pengawal yang memastikan tidak ada peserta yang tertinggal.

 

Lebih dari Sekadar Jalan Pagi

 

Tapak Candi telah berkembang menjadi ruang perjumpaan sosial yang unik. Di sini, usia tidak menjadi batas, latar belakang tidak menjadi sekat, dan setiap langkah menjadi kesempatan untuk saling mengenal serta menghargai warisan budaya yang ada di sekitar kita.

 

Bagi masyarakat yang ingin mencari aktivitas akhir pekan yang sehat, murah, menyenangkan, dan penuh makna, Tapak Candi bisa menjadi pilihan yang menarik.

 

Mari berjalan bersama, tertawa bersama, dan menapaki jejak sejarah bersama. Karena kesehatan itu penting, tetapi kebersamaan yang tercipta di setiap langkah adalah kenangan yang tak ternilai. Sampai jumpa di Tapak Candi berikutnya! JIM+AI

Ruang Tengah Politik